16 Mei 2013

DISLEKSIA (KESULITAN MEMBACA & MENULIS) PADA ANAK - ANAK



DISLEKSIA (KESULITAN MEMBACA & MENULIS) PADA ANAK - ANAK

ARTIKEL
Disusun sebagai Salah Satu Syarat
untuk Kelulusan Mata Kuliah Psikologi Perkembangan
Oleh :
Nurul Harfiahningsih
1101015060





PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2012

DISLEKSIA PADA ANAK-ANAK
Disleksia terdiri dari dua perkataan Yunani yaitu "DYN" bermakna susah, dan "LEXIA" bermakna tulisan. Disleksia bukannya suatu penyakit, tetapi merupakan salah satu gangguan dalam pembelajaran yang biasanya di alami oleh anak-anak. Lebih tepatnya, masalah pembelajaran yang dihadapi adalah seperti membaca, menulis, mengeja, dan kemahiran mengira. Oleh itu disleksia mengarah kepada mereka yang menghadapi masalah-masalah membaca dan menulis walaupun mempunyai daya pemikiran yang normal.[1]
Pada tahun 1891 Jules Dejerine, seorang dokter ahli bedah dan patologi klinis, menyajikan data autopsi tentang individu yang mengalami luka penyempitan pembuluh otak dan belahan otak kiri, dan ia mengistilahkan ketidak mampuan/kesulitan membaca (reading disabilities).
Disleksia adalah gangguan akan ketidakmampuan membaca, yaitu ketidakmampuan membaca anak berada di bawah kemampuan seharusnya, dengan mempertimbangkan tingkat inteligensi, usia, dan pendidikannya.
Gangguan
ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti masalah penglihatan, tetapi mengarah pada bagaimana otak mengolah dan memproses.
Setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu.[2]
Disleksia menurut para ahli :
Menurut T. L. Harris dan R. E Hodges (Corsini, 1987:44,).Disleksia mengarah pada anak yang tidak dapat membaca sekalipun penglihatan, pendengaran intelegensinya normal, dan keterampilan usia bahasanya sesuai.
Bryan & Brayan sebagaimana dikutip oleh Mercer (1987, 310-311).Disleksia sebagai suatu bentuk kesulitan dalam mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat, yang secara historis menunjukkan perkembangan bahasa lambat dan hampir selalu bermasalah dalam menulis.
Disleksia ditandai dengan adanya kesulitan membaca pada anak maupun dewasa yang seharusnya menunjukkan kemampuan dan motivasi untuk membaca secara fasih dan akurat.Angka kejadian di dunia berkisar 5-17% pada anak usia sekolah. Disleksia adalah gangguan yang paling sering terjadi pada masalah belajar.Kurang lebih 80% penderita gangguan belajar mengalami disleksia.
Angka kejadian disleksia lebih tinggi pada anak laki-laki dibandingkan dengan perempuan yaitu berkisar 2:1 sampai 5:1.[3]

Faktor-Faktor Penyebab Gejala Disleksia
Disleksia disebabkan adanya masalah di bagian otak, yang mengatur proses belajar. Faktor genetik atau keturunan juga berperan. Misalnya, jika seorang ayah susah membaca atau mengalami disleksia, bukan tidak mungkin si anak akan mengalami kesulitan serupa.
Meski belum ada yang dapat memastikan penyebab disleksia ini, penelitian-penelitian menyimpulkan adanya 3 faktor penyebab, yaitu;
1. Faktor keturunan
Disleksia cenderung terdapat pada keluarga yang mempunyai anggota kidal.Orang tua yang disleksia tidak secara otomatis menurunkan gangguan ini kepada anak-anaknya, dan anak kidal juga bisa jadi disleksia. Penelitian John Bradford (1999) di Amerika menemukan indikasi, bahwa 80 persen dari seluruh subjek yang diteliti oleh lembaganya mempunyai sejarah atau latar belakang anggota keluarga yang mengalami learning disabilities, dan 60% di antaranya punya anggota keluarga yang kidal.
2. Problem pendengaran sejak usia dini
Apabila dalam 5 tahun pertama, seorang anak sering mengalami flu dan infeksi tenggorokan, maka kondisi ini dapat mempengaruhi pendengaran dan perkembangannya dari waktu ke waktu hingga dapat menyebabkan cacat. Kondisi ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan intensif dan detail dari dokter ahli.Jika kesulitan pendengaran terjadi sejak dini dan tidak terdeteksi, maka otak yang sedang berkembang akan sulit menghubungkan bunyi atau suara yang didengarnya dengan huruf atau kata yang dilihatnya.
3. Faktor kombinasi
Ada pula kasus disleksia yang disebabkan kombinasi dari 2 faktor di atas, yaitu problem pendengaran sejak kecil dan faktor keturunan.Faktor kombinasi ini menyebabkan kondisi anak dengan gangguan disleksia menjadi semakin serius, hingga perlu penanganan menyeluruh.Bisa jadi, prosesnya berlangsung sampai anak tersebut dewasa.
Dengan perkembangan teknologi CT Scan, bisa dilihat bahwa perkembangan sel-sel otak penderita disleksia berbeda dari mereka yang nondisleksia. Perbedaan ini mempengaruhi pada perkembangan dan fungsi-fungsi tertentu di bagian otak mereka, terutama otak bagian kiri depan yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis.
Selain itu, terjadi perkembangan yang tidak proporsional pada sistem magno-cellular di otak penderita disleksia.Sistem ini berhubungan dengan kemampuan melihat benda bergerak.Akibatnya, objek yang mereka lihat tampak berukuran lebih kecil. Kondisi ini menyebabkan proses membaca jadi lebih sulit karena saat itu otak harus mengenali secara cepat huruf-huruf dan sejumlah kata berbeda yang terlihat secara bersamaan oleh mata.[4]

Ciri-Ciri Anak Disleksia
Gangguan disleksia biasanya baru bisa terdeteksi setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu, seperti halnya anak yang baru memasuki sekolah TK, kemampuan membaca anak yang baru memasuki TK tidak menjadi tuntutan untuk di haruskan bisa membaca. Oleh sebab itu, gejala disleksiasangat sulit diketahui sejak usia dini. Adapun cirri – cirri anak disleksia diantaranya ;
1.    Tidak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional.
2.    Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata. Misalnya kata "saya" urutan hurufnya adalah s ¬ a ¬ y ¬ a.
3.    Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata.
4.    Sulit mengeja secara benar. Bahkan bisa jadi anak tersebut akan mengeja satu kata dengan bermacam ucapan. Walaupun kata tersebut berada di halaman buku yang sama.
5.    Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Bisa terjadi anak dengan gangguan ini akan terbalik-balik membunyikan huruf, atau suku kata. Anak bingung menghadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk, seperti d - b, u - n, m - n. Ia juga tidak dapat membedakan huruf yang memiliki kemiripan bunyi, seperti v, f, th.
6.    Membaca suatu kata dengan benar di satu halaman, tapi keliru di halaman lainnya, dan lupa meletakkan titik dan tanda-tanda seperti koma, tanda seru, tandatanya, dan tanda baca lainnya.
7.    Bermasalah ketika harus memahami apa yang harus dibaca. Ia mungkin bisa membaca dengan benar, tapi tidak mengerti apa yang dibacanya.
8.    Sering terbalik-balik dalam menuliskan atau mengucapkan kata, misalnya "hal" menjadi "lah" atau "Kucing duduk di atas kursi" menjadi "Kursi duduk di atas kucing." Lupa mencantumkan huruf besar atau mencantumkannya pada tempat yang salah.
9.    Keliru terhadap kata-kata yang singkat. Misalnya, ke, dari, dan, jadi.Serta, bingung menentukan harus menggunakan tangan yang mana untuk menulis.
10.  Menulis huruf dan angka dengan hasil yang kurang baik.Serta,terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata.Anak dengan gangguan ini biasanya menulis dengan tidak stabil, tulisannya kadang naik dan kadang turun.
Anak baru bisa didiagnosis disleksia atau tidak saat anak di usia SD, yaitu sekitar7-8 tahun. Karena di usia balita seorang anak belum ditargetkan untuk bisamembaca.[5]



Mengatasi Anak yang Mengalami Disleksia
Pada dasarnya ada berbagai variasi tipe disleksia.Penemuan para ahli memperlihatkan bahwa perbedaan variasi itu begitu nyata,hingga tidak ada satu kriteria yang betul-betul cocok semuanya terhadap ciri-ciri seorang anak disleksia.Misalnya, ada anak disleksia yang bermasalah dengan kemampuan mengingat jangka pendeknya, sebaliknya ada pula yang ingatannya justru baik sekali.Lalu, ada yang punya kemampuan matematis yang baik, tapi ada pula yang tidak.Untuk itulah bantuan ahli (psikolog) sangat diperlukan untuk menemukan pemecahan yang tepat.[6]
Sebagai gambaran, para ahli menemukan cara-cara dengan menggunakan berbagai metode berikut:
1. Metode multi-sensory
Dengan metode yang terintegrasi, disini anak akan diajarkan mengeja tidak hanya berdasarkan apa yang didengarnya lalu diucapkan kembali, tapi juga memanfaatkan kemampuan memori visual (penglihatan) serta taktil (sentuhan). Dalam prakteknya, mereka diminta menuliskan huruf-huruf di udara dan di lantai, membentuk huruf dengan lilin (plastisin), atau dengan menuliskannya besar-besar di lembaran kertas.Cara ini dilakukan untuk memungkinkan terjadinya asosiasi antara pendengaran, penglihatan dan sentuhan.Sehingga mempermudah otak bekerja dengan mengingat kembali huruf-huruf.
2. Membangun rasa percaya diri
Gangguan disleksia pada anak-anak sering tidak dipahami dan diketahui dalam lingkungannya, termasuk orang tuanya sendiri. Akibatnya, mereka cenderung dianggap bodoh dan lamban dalam belajar karena tidak bisa membaca dan menulis dengan benar, seperti kebanyakan anak-anak lain. Oleh karena itu, mereka sering dilecehkan, diejek, atau pun mendapatkan perlakuan negatif, sementara kesulitan itu bukan disebabkan kemalasan.
Alangkah baiknya, jika orang tua dan guru peka terhadap kesulitan anak. Dari situ dapat dilakukan deteksi dini untuk mencari tahu faktor penghambat proses belajarnya. Setelah ditemukan, tentu bisa diputuskan strategi yang efektif untuk mengatasinya. Mulai dari proses pengenalan dan pemahaman yang sederhana, hingga permainan kata dan kalimat dalam buku-buku cerita sederhana.
3. Terapi
Menurut Kevin, saat anak diketahui mengalami gangguan disleksia, patut diberikan terapi sedini mungkin, seperti terapi mengulang dengan penuh kesabaran dan ketekunan untuk membantu si anak mengatasi kesulitannya. Anak-anak yang mengalami disleksia sering merasakan tidak dapat melakukan atau menghasilkan yang terbaik seperti yang mereka inginkan.
Oleh sebab itu, guru-guru di sekolah seharusnya bisa melakukan beberapa cara untuk membantu anak-anak tersebut, seperti menggunakan alat tulis berbagai warna untuk menulis kata yang penting, memberikan waktu istirahat selama 10 menit dari setiap 20 menit belajar membaca, memberikan waktu lebih saat menulis dan membaca.
Guru juga dapat memberikan soal atau tulisan dengan ukuran huruf yang lebih besar agar terlihat jelas dan dapat menarik penglihatan mereka. Intinya, anak-anak penderita disleksia perlu diberikan kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Karena, mereka juga memiliki potensi yang besar.Dan anak-anak itu butuh perhatian khusus.[7]
Anak-anak tertentu, khususnya mereka yang disleksia, tidak akan pernah mampu membaca dengan kecepatan tinggi dan akan selalu mengalami kesulitan mengembangkan kemampuan mengeja yang sesuai usia. Disleksia dipandang sebagai gangguan biologis yang dimanifestasikan dengan kesulitan dalam belajar membaca dan mengeja walaupun diberi pengajaran konvensional dan memiliki kecerdasan yang memadai (Snowling, 1987).[8]

Tipe-Tipe Gejala Disleksia
Para peneliti menemukan gejala disleksia yang disebabkan oleh kondisi dari biokimiaotak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.Diantaranya Ada tipe disleksia bawaan sejak lahir, yaitu;
a.    Developmental dyslexsia (bawaan sejak lahir)
Developmental dyslexsia, diderita sepanjang hidup pasien dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak. Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area fonologis (membaca). Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan.
Pada usia sekolah, umumnya penderita disleksia dapat mengalami kesulitan menggabungkan huruf menjadi kata, kesulitan membaca, kesulitan memegang alat tulis dengan baik, dan kesulitan dalam menerima.[9]

Cara Mengidentifikasi Gejala Disleksia

Identifikasi disleksia mungkin sangat sulit dilakukan sebagai orang tua atau guru di kelas.Namun orang tua dan guru bisa melihat beberapa tanda dan gejala disleksia, dan bisa mencari pendapat dan evaluasi dari ahli professional atau terapis yang tepat.Perhatikan beberapa tanda berikut :
1.   Kesulitan menghubungkan arti suatu huruf dengan bunyinya
2.   Terbalik dengan huruf (dia jadi bia) atau kata (tik jadi kit)
3.   Kesulitan membaca dan mengeja kata tunggal
4.   Kesulitan mencatat huruf atau kata dari papan tulis atau buku
5.   Kesulitan mengerti apa yang mereka dengar (auditory)
6.   Kesulitan mengatur dan menulis tugas, material, dan waktu
7.   Kesulitan mengingat isi materi baru dan materi sejenisnya
8.   Kesulitan pada kemampuan motorik halus (misalnya memegang alat tulis, mengancing baju), dan tidak terkoordinasi.
9.   Masalah perilaku atau tidak suka membaca
Jika seorang anak menunjukkan sejumlah tanda-tanda disleksia, menyarankan anak tersebut kepada lembaga pendidikan khusus atau ahli profesional yang terlatih dalam masalah disleksia, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Setelah anak dievaluasi, hasilnya akan menunjukkan dengan cara bagaimana anak bisa belajar paling baik. Ada anak yang belajar lebih baik dengan cara visual (melihat), auditori (mendengarkan), dan taktil (menyentuh/meraba).[10]


DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.  Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bersama Rineka Cipta.
Rahayu Iin Tri, tristiadi Ardi Ardani. 2004. Observasi dan Wawancara.
Malang: Bayumedia.

http://www.balita anda.com/balita. 395. DISLEKSIA.padaanak.


[1]Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bersama Rineka Cipta.
[2]Rahayu Iin Tri, tristiadi Ardi Ardani. 2004. Observasi dan Wawancara. Malang: Bayumedia.
[3]http://www.balita anda.com/balita. 395. DISLEKSIA.padaanak.
[4]http://ms.wikipedia.org/wiki/Dyslexia
[5]http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia.com/msg02653.html
[6]http://www.kikil.com/archive/index.php/t-12069.
[7]http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=13992
[8]http://www.balita-anda.com/balita. Disleksia Pada Anak. html

15 Mei 2013

Curahan Hati

Mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya
Apa yang ku inginkan di saat-saat ini
Kau takkan percaya kau selalu di hati
Haruskah ku menangis tuk mengatakan yang sesungguhnya
Kaulah segalanya untukku
Kaulah curahan hati ini
Tak mungkin ku melupakanmu
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang~SAMMY SIMORANGKIR "Kaulah Segalanya"



Sayup-sayup lagu itu terdengar dari Playlist MP3-ku ketika aku dalam perjalanan pulang ke kosan. Tak sengaja aku memutarnya, dan tiba-tiba teringat akan dirinya di seberang sana. Rasa rindu itu terasa masih ada, masih teringat. Dan dia? Dia entah apa yang dilakukannya setelah perjalanan kisah ini berjalan begitu saja. Dan mimpi tentang Seharusnya Kita sering aku bayangkan...
Seharusnya Kita seperti ini, menyapa, berbicara, membuat kita tersenyum, bercanda, merindukan kita. Aku selalu merasa sudah menebak kita sudah bahagia, dan tak ada kita tidak bahagia dalam jarak.

 

10 Mei 2013

A Letter from Faraway

Dear you... 
   Untuk kamu yang telah menyempatkan membuat surat yang cukup membuat hatiku yakin bahwa aku sangat beruntung telah memilikimu. Semoga keberuntungan ini tetap aku pertahankan dan Allah jaga apa yang telah aku tetapkan untuk mempertahankan demi kamu. Mungkin kamu sedang menunggu senam jari indah yang nantinya akan aku beri untukmu. Sabar ya sayang, aku sedang merangkainya walaupun harus menunggu beberapa tahun lagi untuk menunjukkannya padamu. Semoga saat kau melihatnya nanti bisa membuatmu semakin mengeluarkan senyuman-senyuman kecil indahmu karena tulisan ini bisa mewakili senam jari indahku untukmu.
   Bagiku, tulisan adalah gambaran terluas yang harus aku tata rapi di ingatanku agar ia mudah ku cari lagi saat aku membutuhkannya, dan itu surat yang kau kirimkan untukku. Jadi, kamu tak perlu segan untuk menuliskan surat untukku lagi atau kalau bisa sering-sering menuliskannya untukku. Walau aku tau itu sulit untuk keadaan kita berdua. Tulisan di suratmu membuat aku tenang saat aku merindukanmu, berulang kali aku sering membacanya. Semampuku dan sesempatku dalam kesibukan.
   Apa yang kamu rasakan dan katakan disana tak ubahnya seperti pepatah "bak pinang dibelah dua". Ya, rasa itu sama persis dengan apa yang aku rasakan. Aku sudah mempercayaimu kalau kamu sanggup menjaga apa yang telah kita miliki. Tenang saja, jika ada beberapa orang yang menggoda dan meremehkanku, yang ku lakukan aku hanya menjaga penglihatanku dengan tatapan kalau dia tak ada. Anggap saja mereka sedang tak berbicara denganku. Aku anggap dia badut hubungan kita. Ya, mereka itu hiburanku saat ku meragukan semua ini. Aku sedang melihat mereka bermain sirkus yang sedang menghibur penontonnya dan aku sedang tenggelam disana.
   Aku baik-baik saja disini, kamu tak perlu mengkhawatirkanku dan apa yang kau anggap itu tak nyaman dihadapanmu. Aku sudah nyaman denganmu, ya... Jujur, walaupun banyak ombak besar yang menghantam, aku tetap mencoba menjadi karang menghadapi ombak sebesar apa pun itu. Begitu juga kita.
   Ehm, bercakap melalui surat ataupun media sosial membuat kita semakin romantis ya... Di mana kita sedang saling ditugaskan untuk merangkai kata yang indah untuk memperindah hubungan yang sedang terjadi. Namun, terkadang aku merasa iri melihat yang lain bisa bercakap-cakap secara langsung dalam moment pertemuan yang ditentukan. 
   Arghh, aku semakin ditenggelamkan oleh rindu saat merangkai tulisan ini untukmu. Adakah kamu disana selalu merindukanku? Aku selalu mencoba bersabar menghadapi keadaan kita saat ini, aku mencoba mencari aktivitas lain yang bisa membuat suasanaku mereda saat fikiran tentangmu hadir. Kita seperti saling melihat keindahan bintang dan bulan yang sama, tapi kita tak sedang bersama. Anggap saja aku adalah embun pagi dan kamu adalah senja yang kita tak pernah dipertemukan dalam waktu yang sama. Tapi, tetap merindukan keberdaannya, dan bukan kita yang menentukan kapan bertemu. Tapi, waktu yang menentukan kapan kita bisa bertemu.
   Semoga kita bisa dipertemukan secepatnya. Karena aku sudah sangat merindukan kehadiranmu.

05 Mei 2013

INDIGO

Belakangan ini anak-anak indigo sering menjadi topik perbincangan. Yuk kita bahas tentang INDIGO
  • Anak Indigo Itu Apa Sih?
Istilah Indigo berasal dari bahasa spanyol yang berarti Nila. Warna nila ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Sementara warna-warna tersebut diidentifikasi melalui cakra tubuh. Ada 7 macam cakra dalam tubuh kita. Ketujuh macam cakra yang dimaksud adalah:
  1. Cakra dasar warna energi merah, bertanggungjawab untuk kesehatan tulang dan otot di tubuh fisik serta memberi energi pada semangat hidup seseorang.
  2. Cakra kedua warna energi oranye, bertanggungjawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada kemampuan berinteraksi dengan sesama.
  3. Cakra ketiga warna energi kuning, bertanggungjawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada mabisi seseorang, baik ambisi positif maupun negatif.
  4. Cakra keempat warna energi hijau, bertanggungjawab pada semua organ yang berada dalam rongga dada dan memberi energi pada timbang rasa perasaan seseorang.
  5. Cakra kelima warna energi biru, bertanggungjawab pada organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) serta memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi juga beraktivitas halus seperti menulis dan melukis.
  6. Cakra keenam warna energi indigo, disebut juga nilai yang bertanggungjawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk intuisi dan ketajaman perasaan (feeling) untuk hal-hal abstrak, seperti berfikir cepat.
  7. Cakra ketujuh warna energi violet/ungu, bertanggungjawab pada semua organ di kepala (Khususnya otak) dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan kelihaian.
Letak indigo (mata tiga) ada dikening, persisnya berada diantara cakra leher yang berwarna biru dengan cakra puncak kepala yang berwarna ungu. Demikianlah, pada prinsipnya cakra memiliki spektrum warna mulai dari merah sampai ungu; seperti spektrum warna pelangi. Cakra leher (ada yang menyebut cakra tenggorokan) yang berwarna biru adalah wilayah yang tertandai berdasarkan penggunaan penalaran dengan optimalisasi fungsi otak. Nah, indigo berada diatasnya; bersifat spiritual. Dengan asumsi tersebut, anak indigo bisa ditandai sebagai cerdas dan kreatif. Mengapa? karena dia sudah melalui cakra leher yang berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk dalam kategori indigo. Baik secara mental maupun spiritual. Bila difoto aura, seakan-akan tampak memakai sorban dengan warna biru, hanya saja saat lahir, jasmaninya kecil. Tidak sematang mental dan spiritualnya.
Dalam peta klasifikasi aura yangdibuat, manusia dengan aura dominan nila dikategorikan manusia dengan intuisi dan imajinasi sangat kuat. Maka kebanyakan anak indigo memiliki indera keenam yang lebih kuat jika dibandingkan dengan orang-orang biasa. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi. Atau sebaliknya, bisa melihat masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indera penglihatan biasa. Kemampuan spiritual semacam itulah yang masuk akal dalam wilayah ESP (Extra-sensory perception) atau indera keenam.
Anak indigo biasanya banyak bertanya tentang banyak hal. Misalnya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu? Mengapa tidak boleh seperti ini? Kenapa harus seperti itu? Dia akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. Sebagai contoh, kenapa orang harus sekolah berjam-jam? Mengapa masuk kelas harus berbaris? Bukankah tanpa berbarispun bisa masuk kelas dengan tertib? Atau, mengapa harus tidur jam 9 malam, kalau besok pagi mereka bisa bangun pagi dan tidak terlambat masuk sekolah? Sudah pasti orangtua pun akan kewalahan dalam menjawabnya.
Oleh sebab itu, anak indigo jangan terlalu diistimewakan. Lebih baik perlakukan dia secara wajar. Tujuannya supaya perkembangan jiwanya tidak terganggu. perlakuan wajar itu juga bisa mempercepat kinerja otak anak indigo agar berfungsi seperti sedia kala. Ya, anak indigo harus disembuhkan sebab dia sesungguhnya berada dalam kondisi tidak normal atau sakit. Untuk kesembuhannya, antara lain, dilakukan melalui terapi. Termasuk melalui terapi religius. Yang penting jangan disembuhkan melalui cara pengobatan yang aneh-aneh atau diluar medis.
  • Ciri-ciri Anak Indigo
 Anak indigo memiliki beberapa ciri bisa dikenali secara umum. Diantaranya berpenampilan lebih tua daripada umurnya; berbicara dan mengetahui hal-hal diluar batasan umurnya. Rasa ingin tahu anak-anak indigo pun begitu besar. Di samping itu, mereka cepat sekali mengekspresikan perasaan emosional mereka di saat-saat tertentu. Adapun kepekaan spiritual mereka bisa terwakili dengan mampu merasakan suatu hal yang tidak lazim ataupun melihat hal-hal yang belum terjadi. Berikut adalah 10 ciri khas anak-anak indigo :
  1. Memiliki sensitivitas tinggi.
  2. Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebihan.
  3. Mudah sekali merasa bosan.
  4. Menentang otoritas bial tidak berorientasi demokrasi.
  5. Memiliki gaya belajar tertentu.
  6. Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.
  7. Suka berekplorasi.
  8. Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.
  9. Sangat mudah merasa kasihan pada orang lain.
  10. Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.

Sumber : Buku Keajaiban Anak Indigo
Creat By Nurulharfiah

04 Mei 2013

Profil tentang Sotu Takeru ~ Tokoh idolaku

Hallo... Mau berbagi cerita tentang Aktor tampan Idola aku nih,,, Gara-gara sering dicekokin sama sahabat-sahabat aku yang suka banget sama film" Jepang.
Dan suka nonton Kamen Rider ga? Jaman SD dulu aku paling suka liat Ksatria Baja Hitam yang merupakan salah satu dari kumpulan serial Kamen Rider. Nah kalo Ksatria Baja Hitam punya henshin boy Tetsuo Kurata dengan nama karakter Kotaro Minami, kali ini kita akan kenalan lagi dengan salah satu henshin boy dari serial Kamen Rider. Serial yang terkenal dari Jepang ini melahirkan banyak “henshin boy” yang digandrungi para penggemarnya. Kalau kemarin kita udah kenalan dengan salah satu henshin boy dari Kamen Rider W Kiriyama Renn, kali ini kita akan kembali berkenalan dengan salah satu henshin boy dari Kamen Rider Den-O, Sato Takeru.

Sato - kun mengawali debutnya sebagai aktor dengan bermain dorama di tahun 2006. Saat itu, ia berperan sebagai Toru Kouno dalam drama komedi berjudul Princess Princess D. Drama ini diangkat dari manga berjudul Princess Princess dan ditayangkan TV Asahi mulai 28 Juni hingga 15 September 2006.
Selain menjadi aktor, Sato Takeru (佐藤健) juga dikenal sebagai seorang penyanyi. Pria yang lahir di Iwatsuki - ku Saitawa Prefektur Saitama pada 21 Maret 1989 ini dikenal sebagai salah satu penyanyi J-pop namun tidak terlalu aktif. Kariernya sebagai penyanyi dimulai setelah ia mengeluarkan singel “Pre-go ~ ZERO ~ pada tahun 2007. Sato - kun menyelesaikan pendidikan SMAnya dari North High School di Koshigaya Prefektur Saitama pada bulan Maret 2007, seminggu sebelum ia berulang tahun yang ke 18.
Sato kembali bermain dorama. Kali ini pemilik tinggi 170 cm tersebut menjadi bintang tamu dalam drama Shinigami no Ballad di episode 7 dan 8. Drama yang ditayangkan TV Tokyo pada 8 Januari hingga 26 Maret 2007 ini mengisahkan tentang seorang shinigami (dewi kematian) bernama Momo yang bertugas mencabut nyawa manusia bersama Daniel, kucingnya. Namun karena ia beraura putih, Momo justru tidak tega dan berusaha membantu menyelesaikan masalah orang - orang yang seharusnya ia cabut nyawanya. Dalam drama yang diangkat dari manga berjudul sama ini, Sato berperan sebagai Kantaro Ichihara. Sato kemudian terpilih untuk memerankan Ryotaro Nogami dalam dorama tokusatsu (drama / film yang menggunakan spesial efek) Kamen Rider Den-O. Serial ini ditayangkan pada 28 Januari 2007 hingga 20 Januari 2008 oleh TV Asahi. Trans7 juga pernah menayangkan dorama ini sejak 7 November 2010 setiap hari minggu.
Sato dalam Kamen Rider Den - O
Selain drama, di tahun 2007 Sato - kun juga ikut terlibat dalam film. Setelah serial Kamen Rider Den - O di tayangkan, maka versi filmnya dirilis. Seri pertamanya, Kamen Rider Den - O : I’m Born! dirilis pada 4 Agustus 2007. Dalam film yang didistribusikan oleh Toei ini, Sato tetap berperan sebagai Ryotaro Nogami.

Otoya dan Falcon @Bloody Monday
Yuya Okada merupakan karakter yang diperankan Sato dalam drama Rookies dan Rookies Sp yang ditayangkan tahun selanjutnya. Kedua drama ini diangkat dari manga berjudul Rookies yang ditulis oleh Masanori Morita. Rookies bercerita tentang seorang guru yang berusaha untuk membuat siswa yang bermasalah kembali “lurus” lewat kejuaraan bisbol yang diadakan. Kedua drama ini ditayangkan oleh TBS. Rookies dirilis mulai 19 April hingga 28 Juli 2008 sedangkan Rookies Sp yang merupakan drama lepas tayang pada 4 Oktober 2008. Selain Sato - kun, Rookies juga dibintangi oleh Ryuta Sato, Hayato Ichihara, Keisuke Koide dan Yuu Shirota. Selain membintangi Rookies, cowok bergolongan darah A ini juga terlibat dalam drama Bloody Monday. Bloody Monday menceritakan tentang dunia hacker dan intrik yang terjadi di dalamnya. Dalam drama yang tayang di TBS mulai 11 Oktober hingga 20 Desember 2008 ini, Sato berperan sebagai Otoya Kujo mendampingi Miura Haruma yang memerankan tokoh Falcon a.k.a Fujimaru Takagi. Drama ini telah direview Pelangi Drama lho.
Selain drama, Sato - kun kembali membintangi dua judul Kamen Rider Den-O versi layar lebar di tahun 2008. Film pertama yang dirilis adalah Kamen Rider Den-O & Kiva : Climax Deka. Film ini dirilis pada 12 April 2008. Film berikutnya dan merupakan film terakhir dari seri Kamen Rider Den-O dirilis pada 4 Oktober 2008 berjudul Saraba Kamen Rider Den-O : Final Countdown. Di kedua film tersebut, cowok yang gemar bermain rubik ini tetap berperan sebagai Ryotaro Nogami.
Cowok yang bernaung dalam agensi Amuse Inc ini membintangi 4 judul drama dan 2 judul film di sepanjang tahun 2009. Mei-chan no Shitsuji merupakan salah satu dari dorama yang ikut dibintangi oleh pria berzodiak Aries ini. Dalam dorama diangkat dari sebuah manga berjudul sama yang ditulis oleh Riko Miyagi, Sato bermain bersama Nana Eikura, Hiro Mizushima, Aya Omasa, Yu Yamada dan Osamu Mukai. Dorama bergenre komedi romantis tersebut ditayangkan oleh Fuji TV pada 13 Januari hingga 17 Maret 2009 dan Sato berperan sebagai Kento Shibata. Manganya bahkan juga terbit dalam bahasa Tionghoa di Taiwan. Berkat perannya dalam drama tersebut, Sato menerima penghargaan sebagai Best Supporting Actor dari 60th Television Drama Academy Award. Sato kemudian menjadi cameo untuk dorama Mr. Brain. Dalam drama bergenre misteri ini, Sato bermain di episode 4 dan 5 dan berperan sebagai Masaru Nakagawa. Drama berikutnya yang ikut diperankan oleh penggemar break dance ini berjudul MV Dai-O-Sho : Akuma no Game. Dalam drama bergenre action yang juga dibintangi oleh Tamaki Hiroshi, Mitsuki Tanimura dan Koide Keisuke ini, Sato berperan sebagai Marioka Takashi. Dorama lepas tersebut ditayangkan NTV pada 30 Juni 2009. Drama terakhir yang dibintangi Sato di tahun 2009 berjudul Hontou ni Atta Kowai Hanashi. Drama misteri ini terdiri dari 5 cerita dan Sato bermain dalam cerita ketiga berjudul Kao no Michi. Hontou ni Atta Kowai Hanashi ditayangkan Fuji TV pada 25 Agustus 2009. Sato berperan sebagai Fujisawa Shotaro dan beradu akting dengan Takahashi Mai yang berperan sebagai Natsumi.
Goemon merupakan salah satu film yang dibintangi oleh Sato di tahun 2009. Film sejarah fantasi Jepang ini bercerita tentang seorang pahlawan penjahat legendaris (semacam Robin Hood) asal Jepang yang mencuri harta milik orang kaya dan hasilnya dibagikan kepada rakyat miskin bernama Ishikawa Goemon. Film ini dirilis pada 1 Mei 2009 di Jepang dan 4 November 2009 di Amerika Serikat. Disini, Sato berperan sebagai Saizou Kirigakure muda, saudara seperguruan Ishikawa Goemon. Goemon muda diperankan oleh Tokimasa Tanabe, sedang Goemon dewasa diperankan Yosuke Eguchi. Untuk pemeran Saizou Kirigakure dewasa dimainkan oleh Takao Osawa. Film Goemon masuk dalam nominasi Asian Film Award 2010 untuk kategori design kostum terbaik dan visual effek terbaik.
Selain Goemon, film berikutnya yang dibintangi oleh Sato adalah versi layar lebar dan terakhir dari dorama yang diperankannya di tahun 2008, Rookies. Dalam film berjudul Rookies - Sotsugyou - a.k.a Rookies Graduation tersebut, Sato tetap berperan sebagai Yuya Okada. Film ini dirilis pada 30 Mei 2009.
Di tahun 2009, usia Sato menginjak 20 tahun. Ia merayakannya bersama fansnya dengan membuat sebuah festival di Oidaba yang disebut "Takeiru Festival 2009". Disana para fans menyaksikan karya - karya Sato, bahkan iklannya untuk Lotte. Sato juga melakukan percakapan dengan MC dan kemudian ditutup dengan penampilan Sato bernyanyi.
Bloody Monday season 2 kembali hadir di tahun 2010. Sato dan Miura kembali menyapa pemirsa dengan peran mereka sebagai hacker. Jika dalam season 1 mereka berhadapan dengan virus mematikan Rusia, kali ini mereka diperhadapkan dengan sebuah pesawat yang membawa jenis baru senjata nuklir mengancam Tokyo. Drama ini ditayangkan oleh TBS mulai 23 Januari hingga 20 Maret 2010. Drama selanjutnya yang dibintangi Sato adalah Taiga drama (drama serial yang menceritakan tentang roman sejarah tokoh - tokoh Jepang) berjudul Ryoma Den. Drama ini merupakan salah satu dari kumpulan taiga drama milik NHK dan ditayangkan pada 3 Januari hingga 28 November 2010. Disini, Sato berperan sebagai Okada Izo serta dibintangi juga oleh Fukuyama Masaharu, Shinobu Terajima dan Teruyuki Kagawa serta banyak lainnya. Dorama berikutnya yang ikut diperankan oleh oleh pria yang gemar bermain - main dengan kucingnya di kala senggang ini berjudul Q10. Dalam drama ini, ia beradu akting dengan Atsuko Maeda yang berperan sebagai Q10 robot cantik yang bersekolah di sekolah yang sama dengan Fukai Heita, karakter yang diperankan oleh Sato bahkan Fukai jatuh cinta pada Q10. Drama bergenre romantis ini ditayangkan NTV mulai 16 November hingga 11 Desember 2010.
Sedangkan untuk film di tahun 2010, Sato membintang dua buah judul film layar lebar. Beck : Mongolian Chop Squad merupakan salah satu film yang dibintangi Sato di tahun 2010. Film ini diadaptasi dari manga berjudul Beck yang ditulis oleh Harold Sakuishi. Beck menceritakan tentang sekelompok remaja Jepang yang berusaha menapaki karier dalam bidang musik rock. Dalam film ini, Sato berperan sebagai Yukio “Koyuki” Tanaka dan beradu akting bersama Hiro Mizushima yang memerankan Ryusuke “Ray” Minami, sahabat sekaligus partnernya dalam grup musik bentukan mereka berdua bernama Beck. Beck sendiri merupakan nama anjing milik Ryosuke yang ditolong Koyuki dari tiga orang pemuda yang sedang mabuk. Oh ya, ini merupakan kali kedua bagi Sato bekerjasama dengan Hiro setelah mereka bermain bersama dalam dorama Mei-chan no Shitsuji di tahun 2009. Film berikutnya yang ikut dibintangi Sato berjudul Trick 3. Film ini berkisah tentang seorang penyihir perempun bernama Naoko Yamada (diperankan oleh Yukie Nakama) yang bekerjasama dengan seorang fisikawan jenius bernama Jiro Ueda (diperankan oleh Hiroshi Abe) untuk mengungkapkan sebuah misteri kejadian yang bersifat supranatural. Dalam film ini, Sato berperan sebagai Shohei Nakamori.
Tahun berikutnya, Sato membintangi dua buah judul dorama. Dorama pertama berjudul Fuyu no Sakura ditayangkan TBS mulai 16 Januari hingga 20 Maret 2011. Dorama ini menceritakan tentang kisah seorang pengrajin kaca yang menjalin hubungan dengan seorang wanita yang hilang ingatan. Wanita tersebut sebenarnya telah berkeluarga, namun karena ia mengalami amnesia membuat keduanya terlibat dalam perselingkuhan tanpa mengetahuinya. Dalam dorama tersebut, Sato berperan sebagai Hajime Inaba serta dibintangi oleh Tsuyoshi Kusanagi, Miki Imai, Rosa Kato dan Masanobu Takashima. Dorama berikutnya yang dibintangi Sato merupakan sebuah drama dokumenter lepas pada saat terjadinya perang pasifik di Okinawa berjudul Saigo no Kizuna : Okinawa Hikisakareta Kyodai. Drama ini mengisahkan tentang saudara kandung yang berhadapan sebagai lawan karena berada di pihak yang berbeda. Sato memerankan tokoh Agarie Yasuharu. Drama ini ditayangkan Fuji TV pada 13 Agustus 2011.
Meskipun sibuk berakting dan bekerja di bidang entertainment, saat senggang Sato menulis dalam blog pribadinya. Ia bahkan bercerita tentang stress dan kesepian yang kadang dirasakannya setelah menjadi publik figur (hmm, kasihan juga ya para idol ini, meskipun dimana - mana dielu - elukan namun ia juga manusia biasa yang punya tingkat stress dan kesepian). Namun pada tanggal 18 Juni 2011, ia memutuskan untuk tidak lagi memperbaharui blognya dan akan memulai website resminya. Alamat website resmi milik Sato diumumkan pada publik pada tanggal 30 Juni 2011 dan dapat diakses pada 1 Juli 2011.
Di tahun 2012 ini, ia dijadwalkan kembali bermain film setelah tahun lalu ia absen dari dunia perfilman dan hanya membintangi dua judul drama. Film live action yang dibintanginya diangkat dari manga dan serial anime terkenal berjudul Rurouni Kenshin a.k.a Samurai X. Meskipun film ini akan dirilis pada 25 Agustus 2012 mendatang, namun pihak produksi telah mengumumkannya sejak 28 Juni 2011 lalu. Dalam film ini Sato berperan sebagai Kenshin dan bermain bersama Aoki Munetaka yang berperan sebagai Sanosuke Sagara dan Emi Takei yang memerankan Kaoru. Nah, yang suka dengan versi manga dan serial animenya jangan ketinggalan nonton versi live actionnya ya...
Discography :
Singel
2007
  • Pre-go ~ ZERO~
  • Double Action
  • Perfect Action ~ Double action Complete Collection ~
  • Real Action
2008
  • Double Action Wing form
PV (Play Video / Video Klip)
  • Bahashishi, Oasis (2007)
  • Bahashishi, Yakusoku (2007)
  • Bahashishi, Kiseski (2008)
CM (Commercial Movie / Iklan)
  • Oronamin C (2007)
  • Bandai DX Den O Belt Den Gasher (2007)
  • Nike Jersey (2007 - 2008)
  • Wii Mezare Tsuri Master (2008)
  • Lotte Fit’s (2009)
  • Lotte Ghana chocolate (2009)
  • Lotte Coolish (2009)
  • Itoen W Black (2009)
  • Itoen Mineral Sparkies (2009)
  • Sony Music Japan International (2010)
  • KOSE Cosmagic (2010 - …)
  • Suntory Horoyoi (2010 - … )
  • Hikari Portable (2010 - … )
  • Japan Post Bank Family Yu-cho (2010 - … )
  • JANJAN Yakisoba (2010 - … )
  • LUMIX DF2 (2010 - … )
  • Club KEIBA (2011)
  • PF Flyers (2011)
Awards
  • 2009 - Best Supporting Actor in Mei - chan no Shitsuji dari 60th Television Drama Academy Awards
  • 2011 - Rokkie of The Year dari 2011 Elan D’or Award ( 4 Februari 2011)
Majalah
  • Wink Up terbit Mei 2007
  • Cast - Prix Premium Summer 2007 terbit Agustus 2007
  • Wink Up terbit Agustus 2007
  • Cool-up Vol. 4 terbit September 2007
  • Potato terbit September 2007
  • Wink Up terbit September 2007
  • Potato terbit Oktober 2007
  • Wink Up terbit Oktober 2007
  • Cast - Prix Premium Autumn 2007 terbit November 2007
  • Cool - up Vol. 6 terbit November 2007
  • Popolo terbit November 2007
  • Good Come Vol. 3 terbit musim dingin 2007
  • Junon terbit Desember 2007
  • Seventeen Magazine Dec 1st Issue terbit Desember 2007
  • Wink Up terbit Januari 2008
  • Hero Vision # 29 Winter Edition 2008 terbit Februari 2008
  • Neo Actor Vol. 1 terbit Februari 2008
  • Best Actor Vol. 1 terbit musim semi 2008
  • Good Come Vol. 4 terbit musim semi 2008
  • Cool - up Vol. 7 terbit Maret 2008
  • Junon terbit Maret 2008
  • Junon terbit April 2008
  • Potato terbit April 2008
  • Good Come Vol. 5 Hero Special Issue
  • Cool - up Vol. 8 terbit Mei 2008
  • Junon terbit Mei 2008
  • Neo Actor Vol. 2 terbit Mei 2008
  • Wink Up terbit Mei 2008
  • Best Actor Vol. 2 terbit musim panas, Juni 2008
  • Cool - up Vol. 9 terbit Juni 2008
  • Cool - up Vol. 10 terbit Juli 2008
  • Junon terbit Juli 2008
  • Good Come Vol. 6 terbit musim panas 2008
  • +Act Mini Vol. 1
  • Takeru Magazine Vol. 1 (Amuse) terbit 2008
  • Takeru Magazine Vol. 2 (Amuse) terbit 2008
  • TV Life Koi - Men terbit musim dingin 2008
  • Takeru Magazine Vol. 3 terbit Januari 2009
Buku Foto
  • Pre - go ~ZERO~ (2007)
  • Buku karakter di Kamen Rider Den - O Vol. 1 (Agustus 2007)
  • “Intently” - buku foto pertama (2008)
  • “400 Days” - buku blog pertama (2008)
  • “Deep Breathing” - buku foto kedua (2009)
Source : Wikipedia, Dramawiki, Asianwiki
Image : Google